Cari Blog Ini

Rabu, 13 Januari 2016

NARKOBA



NARKOBA : ANCAMAN BAGI GENERASI PENERUS BANGSA
oleh:
Nisa Alfadlilah

Narkoba, saat ini telah menjadi istilah yang tidak asing lagi bagi masyarakat kita, hampir setiap orang telah mendengar dan mengetahui istilah narkoba meski seringkali tidak memahaminya secara benar. Media massa, baik media elektronik maupun media cetak telah banyak berperan dalam menghadirkan berbagai informasi yang berkaitan dengan narkoba kepada masyarakat luas meskipun masih bersifat parsial sehingga masih menyisakan tanda tanya cukup besar bagi masyarakat awam mengenai istilah narkoba itu sendiri.
Gencarnya pemberitaan media massa mengenai narkoba saat ini ternyata berbanding lurus dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkoba yang tidak hanya menjamur di daerah perkotaan saja namun telah merambah sampai daerah pedesaan. Penggunanya pun saat ini tidak hanya terbatas pada kalangan dewasa dan remaja saja namun telah sampai pada anak-anak tunas-tunas harapan bangsa.  Data BNN (Badan Narkotika Nasional) menunjukkan bahwa pada tahun 2007, 81.702 pelajar di lingkungan SD, SMP dan SMA telah menggunakan narkoba. Meskipun telah dilakukan berbagai upaya mulai dari pemberantasan terhadap  pelaku,  pengedar,  maupun  produsennya, peningkatan penyalahgunaan narkoba setiap tahunnya terus meningkat secara stabil hingga tahun 2012 dan tidak menutup kemungkinan menjadi eskalasi di tahun 2013 ini sebagaimana disampaikan Drs. M. Nurdin,M.M. (Anggota Komisi III DPR-RI) dalam makalahnya “Efektivitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba melalui Penguatan Lembaga Badan Narkotika Nasional sebagai Amanat UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika”.
Realita mengenai permasalahan narkoba tersebut diatas menggugah kita untuk lebih memahami permasalah narkoba secara lebih luas dan mendalam untuk dapat mencari akar permasalahan serta memberikan solusi terbaik dalam menanggulangi ancaman yang ditimbulkannya, tidak hanya ikut meramaikan memberikan komentar terhadap berbagai berita mengenai penyalahgunaan narkoba yang marak sekarang ini.

Apakah Narkoba itu?
Narkoba  (singkatan  dari  narkotika,  psikotropika  dan  bahan  adiktif  berbahaya lainnya)  adalah  bahan/zat  yang  jika dimasukkan  dalam  tubuh  manusia,  baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba sebenarnya merupakan salah satu jenis obat dan atau bahan obat yang diperlukan dalam kehidupan manusia,  sehingga ketersediaannya untuk pelayanan kesehatan manusia harus dijamin. Namun yang menjadi masalahnya adalah apabila ketersediaan narkoba yang perlu dijamin tersebut disalahgunakan atau dimanfaatkan untuk hal-hal diluar kemaslahatan kehidupan manusia.
Berikut adalah sedikit uraian mengenai jenis-jenis narkoba yang meliputi narkotika, psikotropika serta bahan adiktif berbahaya dan efek yang ditimbulkannya.
Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menimbulkan pengaruh-pengaruh tertentu bagi mereka yang menggunakan dengan memasukkannya ke dalam tubuh, pengaruh yang ditimbulkannya dapat berupa penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan. Termasuk dalam golongan narkotika ini antara lain : tanaman papaver,  opium  mentah,  opium  masak  (candu,  jicing,  jicingko),  opium  obat, morfina, kokaina,  ekgonina,  tanaman  ganja,  dan  damar  ganja.  Garam-garam  dan  turunan- turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas. Narkotika dibagi atas :Narkotika Golongan I (opium, koka, ganja, heroin, dan lain-lain), Narkotika Golongan II (morfin, fentanil, dan lain-lain)   dan   Narkotika   Golongan   III   (kodeina,   dionina,   dan   lain-lain). Pembedaan tersebut didasarkan pada tujuan (pengembangan ilmu pengetahuan dan/atau terapi) serta potensi ketergantungan yang ditimbulkan kepada pemakai.
Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang  berkhasiat  psikoaktif  melalui  pengaruh  selektif  pada susunan  saraf  pusat, dapat menurunkan aktivitas otak atau merangsang susunan syaraf pusat dan menimbulkan kelainan prilaku disertai dengan timbulnya halusinasi (khayalan), ilusi, gangguan cara berpikir, perubahan alam perasaan, dan dapat menyebabkan ketergantungan serta mempunyai efek stimulasi bagi pemakainya. Seperti narkotika, psikotropika dibedakan dalam 4 (empat) kategori, yaitu Psikotropika Golongan I (ecstacy, shabu-shabu, dan lain-lain) Psikotropika Golongan II (amphetamine, metakualon, dan lain-lain), Psikotropika Golongan III (flunitrazepam,   dan   lain-lain)   dan   Psikotropika   Golongan   IV   (diazepam, estazolam, dan lain-lain). Pembedaan tersebut didasarkan pada tujuan (pengembangan ilmu pengetahuan dan/atau terapi) dan  potensi ketergantungan.
Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu  sistim  syaraf  pusat.  Alkohol  yang  mengandung  ethyl  etanol, inhalen/sniffing  (bahan  pelarut) berupa  zat organik (karbon)  yang menghasilkan  efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Sebagai contoh bahan adiktif berbahaya yang banyak disalahgunakan adalah :lem/perekat, aceton, ether, dan sebagainya.
Berdasarkan efeknya, narkoba tersebut bisa dibedakan menjadi tiga kelompok yaitu:
1.      Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangi aktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisa membuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisa mengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioid, dan berbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Depresan  menimbulkan  pengaruh  yang  bersifat  menenangkan.  Dengan  obat  ini, orang yang merasa gelisah atau cemas misalnya, dapat menjadi tenang. Tetapi bila obat penenang digunakan tidak sesuai dengan indikasi dan petunjuk dokter, apalagi digunakan dalam dosis yang berlebihan, justru dapat menimbulkan akibat buruk lainnya. Contoh yang populer sekarang adalah Putaw.
2.      Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan serta kesadaran. Stimulan menimbulkan pengaruh yang bersifat merangsang sistem syaraf pusat sehingga menimbulkan rangsangan secara fisik dan psikis. Ecstasy, yang tergolong stimulan, menyebabkan pengguna merasa terus bersemangat tinggi, selalu gembira, ingin bergerak terus, sampai tidak ingin tidur dan makan. Akibatnya dapat sampai menimbulkan kematian. Contoh yang sekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.
3.  Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi atau mengakibatkan halusinasi.   Halusinogenik  (zat bersifat halusinogen) seperti  marijuana  atau  ganja,  mengakibatkan  timbulnya  halusinasi sehingga   pengguna   tampak   senang   berkhayal.   Tetapi   sekitar   40-60   persen pengguna  justru  melaporkan  berbagai  efek  samping  yang  tidak  menyenangkan, misalnya muntah, sakit kepala, koordinasi yang lambat, tremor, otot terasa lemah, bingung, cemas, ingin bunuh diri, dan beberapa akibat lainnya.

Dampak Penggunaan Narkoba
Meskipun dalam dosis tepat dan terkendali narkoba mempunyai aktivitas sebagai obat, penyalahgunaan narkoba mempunyai dampak negatif bagi kehidupan seseorang, baik secara fisik, psikis dan sosial. Besarnya dampak yang terjadi sangat tergantung pada  jenis narkoba yang digunakan, cara menggunakan dan lama penggunaan. Berikut beberapa dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba :
1.      Dampak Fisik
Secara fisik, penyalahgunaan narkoba menyebabkan :
a.        Gangguan  pada system syaraf (neurologis)  seperti:  kejang-kejang,  halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi
b.        Gangguan  pada  jantung  dan pembuluh  darah  (kardiovaskuler)  seperti:  infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah
c.        Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi, eksim
d.       Gangguan  pada paru-paru  (pulmoner)  seperti: penekanan  fungsi pernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru
e.  Sering   sakit   kepala,   mual-mual   dan   muntah,   murus-murus,   suhu   tubuh meningkat, pengecilan hati dan sulit tidur
f.   Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin, seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron, testosteron), serta gangguan fungsi seksual
g. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lain perubahan  periode  menstruasi,  ketidakteraturan  menstruasi,  dan  amenorhoe (tidak haid)
h.  Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarum suntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit seperti hepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya
i.  Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosis yaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya. Over dosis bisa menyebabkan kematian.
2.      Dampak Psikis
Selain fisik, ada juga dampak psikis yang mungkin terjadi, seperti :
a.  Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah
b.  Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga c.   Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal
d.  Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan
e.  Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri
3.      Dampak Sosial
Dampak sosial yang mungkin terjadi antara lain :
a.  Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan
b.  Merepotkan dan menjadi beban keluarga
c.   Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suram



Penyebab Penyalahgunaan Narkoba
Banyak orang awan akan  bertanya, demikian banyak dampak negatif narkoba tetapi mengapa dari hari ke hari penyalahguna narkoba semakin banyak dan menjamur ?  Ada   beberapa   faktor   yang   mempengaruhi seseorang menggunakan narkoba, antara lain:
1.      Faktor individual
Yang termasuk dalam faktor individual antara lain :
a.   Faktor kepribadian.
Ciri-ciri kepribadian yang beresiko lebih besar menggunakan narkoba, seperti kurang percaya diri, mudah kecewa, agresif, murung, pemalu, pendiam dan sebagainya.
b.   Faktor usia.
Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologis, psikologis maupun sosial yang pesat.
c.   Pandangan atau keyakinan yang keliru
d.   Religiusitas yang rendah
2.      Faktor Lingkungan
Faktor  lingkungan    yang sedikit  banyak mempengaruhi  seseorang  menggunakan narkoba seperti misalnya :
a.  Keluarga
Seperti komunikasi orang tua dan anak kurang baik, orang tua yang bercerai, kawin lagi, orang tua terlampau sibuk,  acuh, orang tua otoriter dan sebagainya.
b.   Lingkungan pergaulan
Misalnya  lingkungan  kurang  baik  di  sekitar  rumah,  sekolah,  teman    sebaya maupun masyarakat
Dari paparan pnyebab penyalahgunaan narkoba tersebut dapat dimaklumi jika penyalahguna narkoba umumnya adalah generasi muda terutama remaja karena masa  remaja  merupakan  masa transisi,  yaitu suatu  fase perkembangan  antara masa anak-anak dan masa dewasa. Masalah utama remaja pada umumnya adalah pencarian  jati diri. Mereka mengalami krisis identitas karena untuk dikelompokkan  ke dalam kelompok anak-anak merasa sudah besar, namun kurang besar untuk dikelompokkan  dalam  kelompok  dewasa.  Hal  ini  merupakan  masalah  bagi  sebagian besar remaja, mereka selalu ingin menampilkan jati dirinya dengan melakukan hal-hal yang menurut mereka “original” namun seringkali dorongan inilah yang membawa mereka pada penyalahgunaan narkoba. Realita ini pula yang mendukung data mengapa sebagian besar penyalah guna narkoba merupakan generasi yang berada pada usia remaja.

Solusi Mengatasi Penyalahgunaan Narkoba
Dalam mengatasi masalah penyalahgunaan narkoba ini pemerintah telah berupaya secara aktif melalui koordinasi Badan Narkotika Nasional yang dibentuk melalui Keputusan Presiden Nomor 116 Tahun 1999. Namun sebagaimana paparan sebelumnya permasalahan narkoba ini merupakan permasalahan kita semua sehingga kita semua harus berperan aktif dalam berbagai upaya mengatasi permasalahan penyalah gunaan narkoba ini.
Upaya yang dapat dilakukan mengatasi permasaalahan penyalah gunaan narkoba dapat dibagi atas tiga intervensi yaitu :
1.      Intervensi Primer
Merupakan intervensi sebelum penyalahgunaan terjadi, dapat dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, pendekatan melalui keluarga, instansi pemerintah organisasi kemasyarakatan dan lain-lain. Intervensi sebaiknya dilakukan dengan sasaran keluarga dan remaja secara langsung
2.      Intervensi Sekunder
Yang   menjadi   sasaran   intervensi ini adalah   orang- orang yang telah menggunakan narkoba yang   masih   dalam   tahap   dini   untuk segera mendapat pengobatan yang tepat supaya dapat terbebas dari efek ketergantungan zat tersebut
3.      Intervensi Tertier
Yang menjadi sasaran adalah pada penguna narkoba yang sudah kecanduan berat, dalam intervensi ini selain pengobatan juga harus ditempuh dengan usaha-usaha rehabilitasi fisik, mental dan sosial, sehingga dapat sehat kembali. Dengan kondisi sehat diharapkan dapat berfungsi kembali dalam kehidupan sehari-hari secara fisik, mental dan interaksi sosial sesama masyarakat dilingkungannya.
Selain melalui ketiga intervensi tersebut, permasalahan penyalahgunaan narkoba khususnya pada kalangan remaja tersebut dapat diupayakan melalui tiga pendekatan, yaitu :
1.      Pendekatan Agama, dengan menanamkan ajaran-ajaran agama. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
2.      Pendekatan    Psikologis,    dengan    mengenali    dan    memahami    karakteristikkepribadian. Mengenali remaja beresiko tinggi menyalahgunaan narkoba dan melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan narkoba.
3.      Pendekatan  Sosial,  dengan  menciptakan  lingkungan  keluarga  dan  masyarakatyang positif. Hal ini dapat dilakukan melalui komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.
Masalah pencegahan penyalahgunaan narkoba bukanlah menjadi tugas dari sekelompok  orang  saja,  melainkan  menjadi  tugas  kita bersama.  Begitu banyaknya dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba sehingga sudah menjadi tugas kita bersama untuk membuat generasi muda khususnya selalu berpikir positif untuk menghindar dari penyalahgunaan narkobadan bagi yang telah terlanjur ada dalam lingkungan negatif kita harus berusaha kuat untuk membantu mereka meninggalkannya. Drugs Abuse adalah ancaman serius bagi masa depan bangsa dengan taruhan yang teramat mahal, maka marilah kita tanamkan  dalam hati setiap generasi muda  kemampuan dan kemamuan mereka untuk mengatakan Say No To Drug.

Senin, 06 Februari 2012


 KECERDASAN MAJEMUK

BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah
Manusia di ciptakan di bumi ini dengan berbagai keahlian atau bakat yang tersimpan dalam dirinya masing-masing dan bakat yang dimiliki oleh setiap orang akan berbeda satu sama lain. Itulah yang menjadikan manusia sebagai makhluk sosial karena setiap manusia memepunyai kekurangannya masing-masing dan harus saling melengkapu satu sama lain.
Tetapi permasalahannya sekarang banyak dari kita yang tidak mengenal bakatnya masing-masing bahkan sampai merasa kalau dirinya tidak berguna sama sekali padahalAllah SWT tidak akan menciptaka manusia dengan berbagai kekurangan yang tersimpan dalam dirinya.. jadi bagaimana caranya supaya kita mengenal bakat kita sendiri?
Maka disinilah tugas seorang guru untuk mengembangkan bakat dalam diri siswanya tapi sebelum seorang guru mengembangkan bakat dalam diri siswanya ia harus mengenal iterlebih dahulu bakat apa yang terdapat dalam diri siswanya tersebut. Dan permasalahannya sekarang adalah tidak semua guru mengenali bakat yang ada dalam diri siswanya jadi bagaimana ia dapat mengembangkan bakat siswanya kalau apa bakat yang dimiliki oleh siswanya pun tidak diketahuinya.
Maka disini penulis akan mencoba untuk mengatasi permasalah tersebut dengan menggangkat judul makalah yang berjudul “KECERDASAN MAJEMUK” semoga dengan hadirnya makalah ini dapat mengatasi problematika yang terjadi dalam diri setiap guru.

B. Rumusan Masalah
  1. Apa pengertian membina?
  2. Apa saja macam-macan bakat  itu?
  3. Bagaimana cara mengenali bakat dalam diri setiap siswa?
  4. Bagaimana cara membina anak yang memiliki bakat yang berbeda?
  5. Bagaimana karakter guru pembina dan langkah-langkah dalam membina?